UNU Blitar – Jumat, 21 September 2018, Prodi Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menerima kunjungan dua tamu dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, beliau adalah Bapak Syahiduzzaman, M.Kom dan Bapak M. Ainul Yaqin, M.Kom. Kunjungan istimewa ini tentu tidak disia-siakan oleh segenap civitas akademik UNU Blitar. Terlihat para dosen Prodi Ilmu komputer, pengelola Pusat TIK dan para pengelola jurnal antusias mengikuti serangkaian acara hingga usai. Bertempat di Ruang A2 Kampus 1, beliau berdua memberikan seminar singkat mengenai Kolaborasi Riset Bidang IT Antar Perguruan Tinggi.

Bapak Syahiduzzaman, M.Kom (dua dari kanan) dan Bapak M. Ainul Yaqin, M.Kom (tiga dari kanan) Berforto Bersama Dosen Prodi Ilkom Usai Memberikan Seminar

Pukul 09.00 WIB, acara dibuka secara resmi oleh Kaprodi Ilmu Komputer, Ibu Tri Maryati, M.Pd. Dalam sambutannya, Kaprodi menekankan pentingnya kolaborasi penelitian bagi para dosen, tidak hanya antar dosen di Prodi Ilmu Komputer, melainkan pula kolaborasi antar perguruan tinggi. Hal ini penting untuk menghadapi realitas revolusi industri 4.0 yang menuntut adanya banyak inovasi, khususnya di bidang teknologi informasi.

Bapak Syahiduzzaman, M.Kom selaku pembicara pertama menyampaikan materi selama 1 jam mengenai pentingnya  kolaborasi riset IT antar perguruan tinggi. Lebih jauh, Dosen Teknik Informatika UIN Maulana Malik Ibrahim ini menekankan bahwa kolaborasi riset antar perguruan tinggi akan menghasilkan penelitian yang kreatif, inovatif dan berkualitas untuk menyongsong revolusi pendidikan 4.0, istilah baru untuk merespon kebutuhan revolusi industri 4.0. Maka, di era digital ini, dosen yang hanya diam ditempat dan tidak mau berfikir maju tentu akan tertinggal. Tidak dikatakan dosen seandainya hanya berpuas diri mengajar di kelas tanpa melakukan riset apapun. Keluaran riset tidak hanya berbentuk paper, bisa saja berupa HKI atau paten. Bahkan hasil riset terbaik adalah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Beliau melanjutkan, dosen dalam melakukan riset, jangan bergerak sendirian, minimal bisa kerjasama dengan mahasiswa melalui komunikasi di perkuliahan. Beliau mencontohkan, mahasiswa bisa dilatih copy writing untuk ramai-ramai membuat buku ajar. Mahasiswa program doktor di Universitas Brawijaya ini juga mengusulkan gagasan yang spektakuler bagi perguruan tinggi NU. Selama ini, kampus-kampus NU se-Indonesia walaupun sama-sama berada dalam naungan LPTNU, belum berupaya untuk membentuk PMB terpusat dalam satu sistem besar sebagaimana yang diterapkan oleh perguruan tinggi negeri. Seandainya ada sistem terpusat, Bisa saja calon mahasiswa dari provinsi lain memilih UNU Blitar karena keunikan yang tidak ditemukan di UNU lain. Selain itu, PMB terpusat juga mempermudah pemerataan mahasiswa untuk kampus NU se-Indonesia.

Pembicara kedua disampaikan  oleh Bapak M. Ainul Yaqin, M.Kom. Kandidat doktor ilmu komputer ITS ini memberikan gambaran bagaimana riset IT yang telah beliau kembangkan bersama perguruan tinggi lain dan para mahasiswa di UIN Maliki Malang. Beliau mempunyai cara unik untuk membimbing mahasiswa melakukan riset, yaitu dengan cara membentuk grup khusus melalui facebook untuk menampung mahasiswa bimbingannya  sejak angkatan terdahulu hingga sekarang. Maka otomatis, jika mahasiswa angkatan baru mengalami kesulitan, maka para alumni yang kini tersebar diberbagai kampus dan industru bisa sharing pengetahuan. Inilah implementasi sederhana untuk kolaborasi riset. Beliau berharap agar bisa kerjasama dengan Dosen Prodi Ilmu Komputer UNU Blitar untuk melakukan riset dan publikasi hasil riset, terutama publikasi di jurnal nasional dan international kebanggaan UNU Blitar, Jurnal Briliant dan Jurnal Develompment Research.

Kunjungan tamu dari UIN Maulana Malik Ibrahim ini menunjukkan bahwa Prodi Ilmu Komputer UNU Blitar lambat laun mulai dilirik oleh perguruan tinggi lain, bahkan oleh perguruan tinggi negeri, untuk kerjasama dan pengembangan riset. Semoga ini awal yang baik untuk meningkatkan kualitas penelitian di Prodi Ilmu Komputer UNU Blitar, baik penelitian dosen maupun mahasiswa.